Kecantikan
memiliki pengaruh besar bagi kehidupan. Banyak sekali peristiwa besar yang
diabadikan sebagai fenomena akbar dan dikenang hingga saat ini ternyata
menyiratkan sebuah kisah yang sarat akan perempuan dan kecantikan. Pesona
kecantikan Cleopatra yang fenomenal sekali sebagai ratu Mesir, atau kisah cinta
sang zionis besar Jerman dengan kekasihnya Eva Braun. Dua wanita legendaris ini
diyakini telah mampu melumpuhkan hati para pejuang anti-kemanusiaan lewat
kecantikannya yang mampu membuat kekasih mereka mencintainya setengah mati.
Figur wanita-wanita cantik diatas
kian menguatkan argumentasi saya bahwa citra fisik merupakan kebutuhan yang
sangat fundamental bagi perempuan untuk senantiasa dijaga dan disyukuri
keindahannya. Karena kepekaan manusia terhadap nilai estetika seringkali
memberikan kesan yang menentukan bila terjadi pertemuan berikutnya. Predikat
cantik dan menarik menjadi alasan bagi mereka untuk dipercaya dalam melakukan
banyak hal. Itulah mengapa banyak perempuan yang berupaya untuk tampil cantik
baik dalam kegiatan sehari-hari maupun seremonial penting dalam hidup mereka.
Banyak
wanita cantik yang kemampuan intelegensinya rendah. Ada juga yang cerdas dan
cantik namun memiliki kepribadian dan moral yang buruk. Kekurangan-kekurangan
ini akan mengurangi esensi kecantikan menjadi tidak sempurna. Itulah sebabnya
saya menyimpulkan bahwa perempuan cantik itu adalah yang memenuhi kriteria
tersebut. Cantik, cerdas, dan menarik. Adakah perempuan bangsa kita
memiliki ketiga citra tersebut? Karena Negara kita membutuhkan sosok “Wanita Cantik”
untuk mendukung roda kepemimpinan didalam negeri.
Bisakah
anda bayangkan jika Negara kita tidak memiliki sosok Kartini? Wanita cerdas dan
berani tentunya memiliki kecantikan secara lahiriah sehingga mampu memukau
pemerintah kolonial Belanda hingga tersentuh dan terpengaruh olehnya. Kita
membutuhkan Kartini-Kartini muda untuk terus berkarya dalam membangun bangsa
yang lebih maju. Pertanyaannya, kiat apakah yang dibutuhkan untuk melahirkan
generasi perempuan yang cantik? Saya menyebutnya dengan THE POWER LUX.
Kepribadian
yang cantik direfleksikan sebagai pengendalian diri yang matang atau disebut
dengan Positive attitude. Seorang
perempuan yang memiliki jiwa tangguh dan kemampuan beradaptasi yang baik pasti memiliki kecerdasan emosional yang
baik pula. Kepekaan diri dalam menyikapi dunia sekitar akan menjadikannya
tampil sebagai wanita dewasa dan elegan. Tentunya, hal ini menjadi poin yang
penting sebagai tolak ukur kecantikan dimana seorang perempuan dengan
kelebihannya ini mampu bersinergi dalam melakukan diplomasi, negosiasi dan
persuasi.
Poin
berikutnya yang juga harus diperhatikan untuk melahirkan generasi perempuan
cantik adalah lingkungan sosial atau Other
People. Perempuan yang cantik sangat memerlukan penilaian dari orang lain. Baik
itu berupa pujian, maupun koreksi atas tindakan yang merusak nilai estetika
dalam dirinya. Perempuan akan semakin cantik apabila dapat bersikap terbuka
dalam menerima pendapat ataupun penilaian orang lain terhadapnya karena jika
tidak itu berarti Ia telah menjadi wanita yang angkuh dan tidak pandai
berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Hal ini berpotensi merusak citra
perempuan Indonesia yang ramah dengan khas orientalnya (ketimurannya).
Word, atau kata
merupakan bagian yang tidak kalah pentingnya dalam merefleksikan kecerdasan
intelegensi seseorang. Perempuan yang memiliki Ability in communication skill akan terlihat semakin mempesona
dengan retorika yang menarik karena pengetahuan dan bahasa yang banyak
dikuasainya. Artinya, dengan semakin banyaknya perempuan Indonesia yang sadar
akan pentingnya meningkatkan kemampuan berkomunikasi, Ia akan mampu
berkontribusi baik sebagai citra maupun duta bangsa untuk mendukung dan
melaksanakan program kerja multinasional dengan Negara-negara asing.
Untuk
senantiasa terlihat cantik, perempuan harus bisa mengembangkan dirinya. Jurus
ini disebut dengan Expand. Tidak ada
kecantikan yang lahir begitu saja tanpa ada upaya untuk mengembangkan diri baik
secara kognitif dan afektif. Perempuan yang proaktif dalam mengembangkan
potensi dirinya akan semakin terpancar aura kecantikannya lewat pesonanya yang
percaya diri dan penuh inspirasi.
The last but not the least, Perempuan
membutuhkan ruang bebas untuk dibina dan dimotivasi agar mereka antusias dalam
mempercantik lahir dan batinnya. Saya menyebutnya dengan Release. Sebagaimana yang menjadi ciri khas Indonesia sebagai
Negara yang demokratis dan berkesesuaian dengan nilai-nilai Pancasila, sehingga
seluruh bangsa Indonesia telah dijamin sepenuhnya untuk berhak mengembangkan
dirinya secara normatif baik dalam pendidikan dan mempertahankan hidupnya
sesuai dengan pasal 28 UUD 1945.
Inilah
yang perlu kita budayakan dalam menata generasi perempuan yang cantik dan
berfikiran maju untuk membangun masa depan Indonesia yang lebih cerah. Karena
sebuah Negara bagaikan bangunan rumah. Peran perempuan sebagai pilar-pilar yang
menyokong haruslah perempuan yang kuat, menarik dan hebat agar terciptalah
sebuah bangunan yang kokoh.

0 komentar:
Posting Komentar