Rabu, 07 November 2012

There’s Always Rainbow after the Rain


Kompetisi adalah bagian dari passion hidup saya. Perkembangan kualitas dan kapabilitas pribadi adalah alasan mengapa saya memilih untuk berada di zona yang tidak stabil. Griffin menyatakan dua kekuatan pendorong perubahan adalah, kekuatan internal yakni perlunya strategi baru dan perbaikan sikap, serta kekuatan eksternal seperti perubahan norma aturan dan kondisi krisis. Dua kekuatan ini telah melatar belakangi pilihan saya untuk mempertahankan eksistensi diri di tengah kondisi globalisasi.
            Tanpa mengurangi kecintaan saya dalam mengasah keringat di arena kompetisi, baru-baru ini saya telah mengagetkan sejumlah pihak yang mengetahui bahwa saya tengah mengikuti pemilihan putri pariwisata Bengkulu 2012. Saya memahami betul selentingan negatif mereka yang menentang keberanian saya dalam mengikuti kompetisi tersebut. Selain karena tidak ada pengalaman serupa dalam sejarah, secara fisik dan penampilan hijab saya jarang sekali didefinisikan sebagai kriteria seorang putri. Coffey, Cook dan Hunsaker berpendapat, alasan penolakan perubahan diantaranya karena ada rasa takut tidak mampu berubah.
            Tidak peduli dengan resiko, saya memutuskan untuk konsisten mengikuti pemilihan tersebut. Pernah terbesit rasa galau ketika melihat kompetitor lain yang begitu siap dan antusias, namun saya hadapi proses audisi dengan percaya diri dan ikhlas. Ternyata perubahan memang seringkali membawa masalah. Pada malam menjelang audisi saya mengklaim diri saya sebagai orang yang tidak tahu diri dan bermaksud mengundurkan diri dari seleksi. Tiba-tiba sebelum  deal untuk benar-benar berhenti, semangat bertarung saya kembali berapi dan lebih panas karena saya menaruh harapan positif bagi perubahan ini. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi, namun saya dapat memperhitungkan keuntungan apa yang bisa saya raih jika berhasil melewati tantangan ini.
            Tahap demi tahap saya lewati hingga membawa saya berada dalam posisi finalis. Menjelang malam puncak penobatan, saya menyadari bahwa saya tidak bisa mengabaikan peran orang-orang yang saya abaikan. Saya membutuhkan peran mereka meskipun di lain sisi mereka tidak mendukung saya di awal. Saya putuskan untuk membeli beberapa undangan untuk kedua orang tua dan adik, jika mereka berhalangan hadir maka undangan ini akan kuapakan? Ternyata sungguh mengejutkan teman-teman saya menghubungi via sms bahwa mereka akan hadir memberikan dukungan.
Tampaknya penjelasanku di awal, dan konsistensi selama mengikuti proses pemilihan telah menjadi pembuktian bagi penolakan mereka, sehingga mengatasi masalah perubahan yang aku pilih dan menerima perubahan tersebut dengan dukungan penuh. Meskipun tidak menjadi Putri Pariwisata Bengkulu yang akan berlaga di nasional, malam itu aku meraih dua predikat sebagai runner up 2 dan putri intelegensi. Tentu saja, prestasi ini aku dedikasikan untuk pihak yang kulibatkan dalam perubahan kecilku.

0 komentar:

Posting Komentar