Kompetisi
adalah bagian dari passion hidup
saya. Perkembangan kualitas dan kapabilitas pribadi adalah alasan mengapa saya
memilih untuk berada di zona yang tidak stabil. Griffin menyatakan dua kekuatan
pendorong perubahan adalah, kekuatan internal yakni perlunya strategi baru dan
perbaikan sikap, serta kekuatan eksternal seperti perubahan norma aturan dan
kondisi krisis. Dua kekuatan ini telah melatar belakangi pilihan saya untuk
mempertahankan eksistensi diri di tengah kondisi globalisasi.
Tanpa mengurangi kecintaan saya
dalam mengasah keringat di arena kompetisi, baru-baru ini saya telah
mengagetkan sejumlah pihak yang mengetahui bahwa saya tengah mengikuti
pemilihan putri pariwisata Bengkulu 2012. Saya memahami betul selentingan
negatif mereka yang menentang keberanian saya dalam mengikuti kompetisi
tersebut. Selain karena tidak ada pengalaman serupa dalam sejarah, secara fisik
dan penampilan hijab saya jarang sekali didefinisikan sebagai kriteria seorang
putri. Coffey, Cook dan Hunsaker berpendapat, alasan penolakan perubahan
diantaranya karena ada rasa takut tidak mampu berubah.
Tidak peduli dengan resiko, saya
memutuskan untuk konsisten mengikuti pemilihan tersebut. Pernah terbesit rasa
galau ketika melihat kompetitor lain yang begitu siap dan antusias, namun saya
hadapi proses audisi dengan percaya diri dan ikhlas. Ternyata perubahan memang
seringkali membawa masalah. Pada malam menjelang audisi saya mengklaim diri
saya sebagai orang yang tidak tahu diri dan bermaksud mengundurkan diri dari
seleksi. Tiba-tiba sebelum deal untuk benar-benar berhenti,
semangat bertarung saya kembali berapi dan lebih panas karena saya menaruh
harapan positif bagi perubahan ini. Saya tidak tahu apa yang akan terjadi,
namun saya dapat memperhitungkan keuntungan apa yang bisa saya raih jika
berhasil melewati tantangan ini.
Tahap demi tahap saya lewati hingga
membawa saya berada dalam posisi finalis. Menjelang malam puncak penobatan,
saya menyadari bahwa saya tidak bisa mengabaikan peran orang-orang yang saya
abaikan. Saya membutuhkan peran mereka meskipun di lain sisi mereka tidak
mendukung saya di awal. Saya putuskan untuk membeli beberapa undangan untuk
kedua orang tua dan adik, jika mereka berhalangan hadir maka undangan ini akan
kuapakan? Ternyata sungguh mengejutkan teman-teman saya menghubungi via sms
bahwa mereka akan hadir memberikan dukungan.
Tampaknya
penjelasanku di awal, dan konsistensi selama mengikuti proses pemilihan telah
menjadi pembuktian bagi penolakan mereka, sehingga mengatasi masalah perubahan
yang aku pilih dan menerima perubahan tersebut dengan dukungan penuh. Meskipun
tidak menjadi Putri Pariwisata Bengkulu yang akan berlaga di nasional, malam
itu aku meraih dua predikat sebagai runner up 2 dan putri intelegensi. Tentu
saja, prestasi ini aku dedikasikan untuk pihak yang kulibatkan dalam perubahan
kecilku.

0 komentar:
Posting Komentar