Saya adalah satu diantara milyaran juta generasi status
quo di dunia yang berada di era E-Lyfestyle
(Gaya hidup elektronik). Kehadiran media elektronik dengan menggabungkan
beberapa fitur seperti media massa dan sosial semakin mendekatkan saya dengan
akses antar-pengguna menjadi demikian mobile.
Fleksibilitas media sosial yang saya dapatkan melalui media eleketronik ini
sangat mempengaruhi kehidupan sehari-hari.
Di satu sisi, saya sebagai mahasiswi ilmu
komunikasi sangat dituntut mampu mengamati dan menganalisa keberfungsian media
sosial sebagai new media dalam
perkembangan teknologi komunikasi. Kenapa harus media sosial? Karena di masa
depan media sosial akan semakin dikembangkan, bahkan mungkin trend media sosial yang kita saat ini seperti
Facebook, twitter, my space, youtube dll tidak lagi menjadi new media di kalangan generasi
selanjutnya.
Hal menarik yang ingin saya komentari soal media
sosial adalah, kemampuannya yang secara massive
dapat mempengaruhi tata-negara dan harmonisasi internal politik suatu
negara. Sebagaimana yang diketahui, saluran komunikasi politik yang terdiri
dari komunikasi massa, komunikasi interpersonal dan organisasi telah diadaptasi
dan disederhanakan keberadaannya semenjak hadirnya media sosial.
Kemampuan media sosial dalam konteks diatas bisa
saja mengkhawatirkan kepentingan beberapa kelompok, namun yang perlu
digarisbawahi “peran media tidak hanya membawa dampak negatif, tetapi juga
dampak positif sebagai fungsi penyebar iinformasi secara besar-besaran.

0 komentar:
Posting Komentar